Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lembata Awasi Coktas Pertama Tahun 2026 Di 5 Kecamatan

Bawaslu Lembata Awasi Coktas Perdana 2026

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lembata Melakukan Pengawasan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (coktas) Pemilih Kategori Meninggal

Lewoleba, Humas Bawaslu Lembata_Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lembata melakukan pengawasan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) untuk data pemilih di 5 (lima) Kecamatan yakni Nagawutung, Lebatukan, Wulandoni, Atadei dan Omesuri, Rabu (4/3/2026).

Dasar untuk pengawasan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) ini yakni Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Pengawasan coktas perdana tahun 2026 ini untuk pemilih kategori meninggal dunia. Berdasarkan data yang diturunkan oleh Komisi Pemilihan Umum RI kepada KPU Kabupaten Lembata terdapat pemilih yang telah meninggal dunia sehingga KPU Lembata memastikan keakurasiannya dengan melakukan pencocokan dan penelitian.

Dalam proses coktas ini, tentunya diawasi langsung oleh Bawaslu Kabupaten Lembata untuk memastikan data sampel yang diturunkan KPU RI harus sesuai dengan uji lapangan (pencocokan dan penelitian) sehingga pemilih tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai pemilih karena benar-benar telah meninggal dunia.

Ketua Bawaslu Kabupaten Lembata, Thomas Febry Bayo Ala bersama tim melakukan pengawasan di Kecamatan Nagawutung untuk 19 (sembilan belas) sampel yang tersebar di 7 (tujuh) Desa yakni Wuakerong, Ria Bao, Babokerong, Baobolak, Pasir Putih, Lolong dan Tewaowutung).

Ketua Bawaslu Lembata bersama TIM KPU Lembata

“Kita sudah lakukan pengawasan pencocokan dan penelitian untuk Kecamatan Nagawutung di 7 desa dengan total sampel 19 pemilih. Hasil pengawasan kami, pemilih tersebut benar telah meninggal dunia dibuktikan dengan akta kematian serta informasi dari keluarga dan pemerintah desa masing-masing”. Urai Febry.

Sementara Anggota Bawaslu Lembata Muhammad Rifai dan Indah Purnama Dewi melakukan pengawasan di Kecamatan Lebatukan dan Wulandoni. Untuk Lebatukan kata Rifai terdapat 38 sampel yang diawasi dengan hasilnya 37 pemilih benar meninggal dunia dan 1 pemilih masih hidup.

Untuk Kecamatan Lebatukan tersebar di Desa Atakowa, Baopana, Dikesare, Lamalela, Lamatuka, Lerahinga, Lodotodokowa, Merdeka, Tapobaran, Tapolangu dan Waienga.

“Terhadap 38 sampel yang kita awasi dilebatukan, terdapat 37 pemilih benar sudah meninggal dunia yang dibuktikan dengan akta kematian dan informasi dari keluarga serta pemdes setempat. Namun terdapat 1 pemilih masih hidup sehingga yang bersangkutan tetap memenuhi syarat (MS) sebagai pemilih”. Jelas Rifai.

Anggota Bawaslu Lembata, Muhammad Rifai Lakukan Pengawasan di Lebatukan

Sedangkan di Wulandoni, Kata Indah Dewi terdapat 21 sampel yang di lakukan pencocokan dan penelitian yang tersebar di 10 Desa yakni Alap Atadei, Ataili, Atakera, Belobao, Lamalera B. Pantai Harapan, Puor, Puor B, Tapobali dan Wulandoni.

“Hasil pengawasan yang dilakukan Tim dari Bawaslu Lembata, terhadap 10 desa yang kami kunjungi pemilih dikategorikan meninggal dunia berdasarkan sampel dari KPU benar sesuai data lapangan yang dibuktikan dengan akta kematian serta pengakuan pemdes dan keluarga yang bersangkutan”. Tutur Indah Dewi.

Untuk Kecamatan Omesuri dari 14 sampel yang tersebar di 10 Desa terdapat 13 pemilih benar meninggal dunia dan 1 Pemilih masih hidup. Juga untuk Kecamatan Atadei dari 8 sampel yang ada di 4 Desa, semuanya sudah meninggal dunia.

Indah Dewi pengawasan coktas di Wulandoni

Proses pengawasan coktas dan uji petik mandiri akan terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Lembata dalam persiapan Pemilu mendatang terkait data pemilih yang harus menjamin keakuratan, kemutakhiran dan validitas data guna memastikan hak konstitusional warga negara terpenuhi serta mencegah kecurangan Pemilu.

Penulis dan Foto: Alwan Arakian / Sekretariat Bawaslu Lembata

Editor: Humas Bawaslu Lembata