Diskusi Bersama Mantan Ketua Panwaskab, Balawala: Pentingnya Kesadaran Masyarakat Tentang Money Politic
|
Lewoleba, Humas Bawaslu Lembata_Bawaslu Kabupaten Lembata terus membangun diskusi bersama stakeholder dalam rangka mempersiapkan Pemilihan Umum 2029 mendatang. Kegiatan yang dikemas dalam konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Lembata bertandang ke Desa Dulitukan Kecamatan Ile Ape untuk berdiskusi dengan mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Lembata Rafael Boli Balawala, Selasa (21/4/2026).
Diskusi yang dilakukan ini dalam rangka memperkokoh demokrasi substansial, untuk itu Bawaslu Lembata perlu melakukan pemetaan isu krusial, dinamika, tantangan serta potensi kerawanan yang harus dirumuskan untuk menjadi pijakan dalam pengawasan, pencegahan dan penindakan serta penguatan tata kelola Pemilu.
Kali ini Tim Bawaslu Lembata yang terlibat dalam diskusi yakni Anggota Bawalsu Lembata juga Koordiantor Divisi Hukum Pencegahan Parmas dan Humas, Muhammad Rifai serta Staf Alwan Arakian, Yoseph Laba dan Irwan Joko Lumban Gaol.
Rifai dalam sapaan awalnya, menyampaikan tujuan kedatangan Bawaslu Lembata yakni membangun diskusi bersama mantan penyelenggara Pemilu tentang isu krusial dan harapan akan pelaksanaan Pemilu serta Pemilihan mendatang. Kata Rifai dalam masa non tahapan ini, selain penguatan kelembagaan secara internal, evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu/Pemilihan sebelumnya, pengawasan pemutakhiran data pemilih, pengawasan data parpol, edukasi pemilih pemula dan lainnya, Bawaslu Lembata juga membangun diskusi dengan mitra atau stakeholder terkait untuk mendapatkan masukan atau harapan untuk perbaikan pengawasan Pemilu/Pemilihan mendatang baik dalam persiapan juga pengawasan tahapan nanti.
“Mewakili lembaga Bawaslu Lembata, saya sampaikan terima kasih atas waktu dan kesempatan ini. Kehadiran kami pada momen kali ini tentunya kami ingin membangun diskusi lebih dekat dengan mantan penyelenggara Pemilu untuk menggali informasi terkait pendapat para mantan terhadap pengawasan yang telah dilakukan Bawaslu bersama jajaran serta harapan akan Pemilu/Pemilihan yang akan datang”. Tutur Rifai.
Terkait kedatangan Tim Bawaslu Lembata ini, Rafael Boli Balawala mengatakan bahwa momentum ini merupakan sebuah kerinduan yang terobati. Menurutnya Bawaslu Lembata harus lebih banyak melibatkan stakeholder dalam diskusi tentang demokrasi ke depan, bagaimana langkah persiapan serta dinamika pengawasan tahapan Pemilu/Pemilihan.
“Ada kerinduan untuk showone ke Kantor Bawaslu Kabupaten Lembata untuk bersilaturahmi berdiskusi bersama, namun hari ini saya yang didatangi, terima kasih banyak untuk Ketua bersama Anggota dan Sekretariat Bawaslu Lembata. Harapan saya, Regulasi Pemilu/Pemilihan menjadi pijakan dalam mengawasi, itu menjadi tameng pengawas Pemilu, yakinlah tidak ada masalah, tetap kompak dalam menghadapi dinamikanya”. Kata Balawala.
Lanjut Balawala, penyelenggara Pemilu termasuk Bawaslu pada lingkungan kerja tentunya beririsan dengan kepentingan politik sehingga jaga integritas. Pesan terakhir Balawala terkait money politic yang menurutnya mencederai demokrasi sehingga masyarakat harus diedukasi tentang larangan dalam Pemilu/Pemilihan. Bawaslu mempunyai peran penting dan kewajiban mendidik masyarakat bagaimana Pemilu/Pemilihan yang bermartabat dan berintegritas.
*Salam_Awas*
Penulis dan Foto: Alwan Arakian / L@ngobelan dan Irwan Joko
Editor: Humas Bawaslu Lembata