Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lembata Gelar FGD Di Puor, Apa Kata Masyarakat

FGD di Desa Puor

Lewoleba, Humas Bawaslu Lembata_Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lembata menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Desa Puor Kecamatan Wulandoni, Kamis (25 September 2025).

Dalam diskusi, masyarakat Desa Puor menyoroti terkait Pengkapasitasan Sumber Daya Manusia (SDM) pengawas adhoc yang harus dipersiapkan secara baik agar mampu menguasai sederetan regulasi tahapan pada saat melakukan kerja pengawasan mengawasi pemilih, peserta pemilu serta tugas dan wewenang lainnya.

Sementara itu Kades Puor, Gregorius Bao dalam sapaannya mengucapkan terima kasih atas hadirnya Bawaslu bersama masyarakat Puor dikesempatan ini. Kepada Bawaslu Lembata, Kades meminta untuk terus membangun sinergitas, menguatkan koordinasi serta mempererat kerja sama dengan Pemerintah Desa dalam mendukung kesuksesan pesta demokrasi.

Untuk perwakilan masyarakat yang hadir, Kades Bao mengajak agar pro aktif  memberikan  masukan-masukan atas proses pengawasan yang dilakukan Bawaslu Lembata bersama jajaran adhoc.

Terhadap suara hati dari masyarakat serta Kades Puor, Thomas Febry selaku Ketua Bawaslu Lembata yang dalam FGD ini hadir bersama Anggota Indah Purnama Dewi serta Staf Agus Lamak, menggambarkan tentang kerja kepengawasan yang harus merujuk pada regulasi yang mengatur. Terhadap pengawasan yang dilakukan, Febry mengajak masyarakat dan Pemerintah Desa setempat untuk terlibat secara partisipatif.

FGD

"Terima kasih untuk Pemerintah Desa serta para tokoh atas momentum hari ini. Terima kasih juga kami sampaikan atas dukungan Lewotana ini dalam perhelatan Pemilu/Pemilihan sebelumnya baik dari segi waktu, tenaga, tempat dan bahkan biaya. Sesungguhnya pesta demokrasi merupakan milik kita semua, semakin banyak elemen terlibat dalam mengawasi maka integritas serta martabat demokrasi pasti semakin baik". Urai Febry.

Terkait FGD, Febry menjelaskan bahwa Bawaslu Lembata di masa non tahapan ini gencar melakukan sosialisasi, edukasi, membangun kerja sama serta kegiatan-kegiatan lainnya. Menurut Febry, secercah harapan dan sekelumit pendapat masyarakat sangat bermanfaat sebagai langkah perbaikan dan pembenahan untuk pengawasan Pemilu/Pemilihan mendatang.

Kepada forum diskusi Indah Dewi juga meminta masing-masing perwakilan masyarakat serta Pemerintah Desa agar menceritakan atau menggambarkan terkait proses Pemilu/Pemilihan yang telah berlangsung, khususnya di Desa Puor manakala ada kendala, hambatan, kekurangan yang dapat mencederai demokrasi namun luput dari pengawasan.

FGD

"Bapa/Mama semua, baik Pemerintah Desa maupun perwakilan masyarakat, Pemilu/Pemilihan sudah selesai mari kita refleksikan serta meningkatkan kualitas demokrasi kita. Jika perhelatan pesta demokrasi kita sebelumnya ada tantangan,  bahkan ada indikasi pelanggaran yang mungkin Bapa/Mama ketahui namun tidak sampai di kami (Pengawas Pemilu) karena ada kendala tertentu, maka mari kita saling merefleksikan, saling mengevaluasi untuk perbaikan kedepannya. Partisipasi Bapa/Mama semua merupakan kontribusi konkret dalam membangun daerah ini". Kata Indah.

FGD dilaksanakan dengan fokus pada tingkat partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu/Pemilihan tersebut. Diharapkan masyarakat dapat mengemukakan pendapat serta harapan supaya pelaksanaannya mendatang jauh lebih baik lagi bagi penyelenggara, peserta, pemilih, pemerintah serta stakholder terkait khususnya di Desa Puor dan Lembata secara umum.

Penulis dan Foto : Alwan Arakian & Agus Boli

Editor : Alwan Arakian