Bersama Bawaslu Lembata, Pegiat Difabel Edukasi Pemilu Inklusif
|
Pertemuan ke - 3 ini, Bawaslu Lembata melibatkan Pegiat Difabel Lembata untuk melakukan edukasi berkaitan dengan Pemilu Inklusif yang artinya pemilu yang diselenggarakan dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua warga negara yang telah berhak memilih, tanpa memandang suku, ras, agama, jenis kelamin, penyandang disabilitas, status sosial ekonomi dan lain-lain.
Sebelum pemaparan materi oleh pegiat difabel, Yanuarius Uran Koban yang hadir bersama Staf Divisi HP2M menyampaikan terkait kehadiran Bawaslu Lembata untuk melakukan edukasi yang kesekian kalinya ini dengan melibatkan pegiat difabel.
"Teman-teman sahabat Bawaslu, hari ini kami hadir lagi guna melakukan edukasi dan kali ini kami libatkan teman-teman dari pegiat difabel. Hari ini kita diedukasi terkait pemilu inklusif yang artinya semua warga negara yang berhak memilih harus dapat memilih tanpa diskriminasi dan tekanan dari pihak manapun". Sapa Uran Koban.
Sementara dari pegiat difabel yang hadir yakni Anna Reinha Wahon cs. Dalam paparan materi mereka menyampaikan terkait etika berinteraksi khusus kepada sahabat difabel. Kepada pemilih pemula Anna Wahon mengajak untuk selalu membangun sikap inklusif di sekolah dan dalam pengawasan partisipatif.
Dalam diskusi berlangsung Anna Wahon bersama tim juga meminta untuk setiap orang selalu menanamkan dalam diri sikap menghargai perbedaan. Mereka menguraikan bahwa pemilu merupakan hak semua warga negara termasuk penyandang disabilitas.
Terkait disabilitas Anna menjelaskan bahwa mereka bukan kelemahan tetapi keberagaman kemampuan, dengan jenisnya antara lain fisik, sensorik, intelektual, mental/psikososial. Semua berhak untuk belajar, bekerja dan berpartisipasi setara.
"Jadilah generasi yang peduli dan beretika, jangan diam ketika ada bullying, jadilah jembatan komunikasi yang baik, gunakan media sosial untuk hal positif dan hormati setiap perbedaan". Kata Mereka.
Akhir dari pertemuan ini Anna bersama tim menyampaikan pesan bahwa pemilu inklusif mulai dari sekolah yang menghargai. Hati yang menghormati adalah kunci dari demokrasi sejati. Mari menjadi generasi yang ramah, peduli dan inklusif.
Penulis dan Foto : Alwan Arakian dan Tata Nano
Editor : Uran Koban