Buka Rakor Penguatan Kelembagaan, Bupati Lembata; Mari Kita Saling Melengkapi
|
"Kita sekarang lagi efisiensi jadi kurangi bicara dan perbanyak kerja. Terimakasih atas kehadiran kita semua disini baik narasumber, peserta, dan Bawaslu sebagai inisiator kegiatan ini. Kita tentunya mempunyai tujuan yang sama dalam menyukseskan Pemilu dan Pemilihan mendatang. Mari kita berbenah, saling evaluasi, saling melengkapi untuk perbaikan kedepan yang lebih baik lagi". Ajak Mantan Kadis Pertanian Lembata ini.
Rakor penguatan kelembagaan ini juga dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Amrunur Muh. Darwan. Dalam sambutannya, Amrunur mengupas terkait dinamika pengawasan yang dilakukan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se - NTT.
Terhadal hasil pengawasan, Amrunur memberikan beberapa catatan yang menjadi tugas lembaga Bawaslu kedepannya. Dia mengajak seluruh peserta untuk memberikan dukungan kepada Bawaslu baik provinsi juga kabupaten.
"Pasca Pemilu/Pemilihan penyelenggara rentan dilupakan, diingat ketika ada tahapan. Namun perlu kita akui bahwa suksesnya Pemilu/Pemilihan juga merupakan andil Bawaslu bersama jajaran. Untuk itu sebagai penyelenggara pengawas harus eksis menjaga kualitas demokrasi". Tandasnya.
Untuk masa non tahapan, Kordiv Pencegahan Parmas dan Humas menggambarkan 3 (tiga) agenda penting yang harus dilakukan Bawaslu yakni evaluasi terhadap kerja sebelumnya, membangun kerjasama dengan mitra terkait dalam pengawasan partisipatif (pendidikan politik) serta melakukan pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Sementara Thomas Febry, Ketua Bawaslu Lembata dalam sapaannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lembata yang berkenan hadir dalam rakor ini. Febry juga menyapa selamat datang bagi Narasumber kegiatan yakni dari Tenaga Ahli Komisi II DPR RI, Pegiat Pemilu serta Akademisi juga semua peserta yang menjadi mitra kerja Bawaslu Lembata.
"Terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Lembata walau dalam kesibukan, juga para narasumber dengan harapan bisa memberikan penguatan, evaluasi serta kiat-kiat sebagai langkah strategis dalam melakukan tugas serta tanggung jawab sebagai penyelenggara pengawas pemilu. Untuk mitra kami terundang selamat datang mari kita saling evaluasi, berikan masukan, usul saran dan kritik demi perbaikan kedepan.
Dalam rakor ini Bawaslu Lembata mengundang mitra terkait yakni DPRD, KPU, Kesbangpol, Dukcapil, Kejaksaan, Polres Lembata, TNI, Lapas, Satuan Polisi PP, Pramuka Kwarcab Lembata, Lembaga pendidikan SMA, FKUB, Difabel, Media Pers, Pemantau Pemilu serta perwakilan mantan penyelenggara ad hoc.
Kegiatan rakor direncanakan 2 hari yakni 8 - 9 Oktober 2025. Untuk hari pertama materi pertama dan kedua secara panel disampaikan oleh TA. Komisi II DPR, Subiran Paridamos dan Bupati Lembata yang disampaikan oleh Kepala Badan Kesbangpol Lembata, Kanisius Making.
Subiran Paridamos dalam kesempatan ini menyampaikan materi terkait "evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan dalam penguatan demokrasi dan penyelenggaraan pemilu masa depan".
Kepada peserta yang hadir, Subiran meminta untuk memberikan dukungan kepada Komisi II DPR RI untuk terus menata sistem pemilu/pemilihan kedepan yang lebih baik lagi agar cita-cita dan tujuan berdemokrasi terwujud.
Sementara Kanis Making, menggambarkan terkait pelaksanaan pemilu dan pemilihan di Kabupaten Lembata. Dia menyampaikan untuk Lembata berjalan aman dan tertib walaupun ada kendala dan tantangan.
Sementara materi ketiga disampaikan oleh Pegiat Pemilu, Alwan Ola Riantoby. Putra Lamaholot ini menyampaikan terkait "urgensi dan evaluasi penguatan kelembagaan Bawaslu".
Alwan Demikian sapaannya, memberikan beberapa catatan terkait pelaksanaan demokrasi yang masih berkutat pada prosedural. Menurutnya, demokrasi Indonesia harus lebih pada substansial.
Terkait kelembagaan Bawaslu, Direktur Kata Rakyat ini meminta untuk tidak diperdebatkan soal kelembagaan namun mestinya harus pada kewenangannya yang diperkuat untuk menegakkan demokrasi di negeri ini.
Penulis dan Foto : Alwan Arakian & Tata Nano
Editor : Uran Koban