Lompat ke isi utama

Berita

Dari Waijarang, Bawaslu Gelar FGD

FGD di Desa Waijarang Kecamatan Nubatukan Kab. Lembata

“Sekelumit komentar (pendapat para Tokoh) merupakan sejuta cakrawala untuk sebuah perubahan. Bapak/Ibu semua merupakan pelaku yang tentunya punya pengalaman dalam pelaksanaan proses Pemilu/Pemilihan 2024 baik sebagai Pemilih, mungkin juga pernah menjadi penyelenggara dan kegiatan lainnya yang ikut terlibat secara partisipatif”. Ungkap Febry.

 

Lewoleba, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lembata menggelar Fokus Grup Discussion dalam kerangka menggali informasi berkaitan dengan proses pelaksanaan Pemilu/Pemilihan di Kabupaten Lembata pada tahun2024 yang lalu. Kegiatan dilakukan di Kantor Desa Waijarang, Kamis (12/06).

FGD Bawaslu bersama para Tokoh di Desa Waijarang

Peserta diskusi antara lain perwakilan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan serta Pemerintah Desa Waijarang. Sementara Tim dari Bawaslu Lembata hadir, Ketua Bawaslu Thomas Febry Bayo Ala, Anggota Indah Purnama Dewi, Koordinator Sekretariat dan Staf.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa dalam kerangka mendukung program Bawaslu Kabupaten Lembata di masa non tahapan (non budget) yakni riset dengan judul “Partisipasi Masyarakat Dalam Melaporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu dan Pemilihan Pada Pemilu Dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 Di Kabupaten Lembata”.

Mengawali diskusi ini, Febry menyampaikan tujuan kehadiran Bawaslu Lembata adalah untuk berdiskusi bersama para Tokoh di Desa waijarang. Diskusi ini semacam evaluasi terhadap proses pemilu/pemilihan yang sudah berlangsung. Febry menganalogikan seperti resesnya penyelengara Pemilu (Bawaslu Lembata) dalam kesempatan pertama. 

Ketua Bawaslu Lembata dalam diskusi

“Sekelumit komentar (pendapat para Tokoh) merupakan sejuta cakrawala untuk sebuah perubahan. Bapak/Ibu semua merupakan pelaku yang tentunya punya pengalaman dalam pelaksanaan proses Pemilu/Pemilihan 2024 baik sebagai Pemilih, mungkin juga pernah menjadi penyelenggara dan kegiatan lainnya yang ikut terlibat secara partisipatif”. Ungkap Febry.

Dalam diskusi berlangsung para Tokoh masing - masing membagikan pengalaman selama proses Pemilu/Pemilihan berlangsung. Banyak pengalaman yang diceritrakan baik Pemilu pada masa orde lama, orde baru dan pada masa reformasi ini. Hal ini menjadi input bagi penyelenggara (Bawaslu Lembata) sebagai refleksi untuk persiapan kerja pengawas Pemilu mendatang dan juga sekaligus menjadi refrensi pengembangan riset yang dilakukan.

Selaku Kordiv P3S, Indah Dewi mengharapkan peserta selaku narasumber untuk tidak sungkan membagikan informasi berkaitan dengan pelanggaran yang ditemukan pada pelaksanaan Pemilu/Pemilihan yang telah berlangsung.

“Bapak/Ibu semua, Pemilu/Pemilihan sudah selesai. Tidak usah sungkan untuk berceritra, mungkin selama pelaksanaan ada mengalami atau melihat atau menemukan permasalahan yang dikategorikan sebagai pelanggaran Pemilu/Pemilihan. Mari kita berbuka karena kehadiran kami bukan untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Kami hadir semata – mata untuk berbagi pengalaman yang tentunya bisa menjadi masukan buat kami untuk perbaikan kedepan”. Ajak Indah.

Sedangkan Kepala Desa Waijarang Anwar Bunga Tokan selaku pimpinan wilayah, diakhir diskusi menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bawaslu Lembata. Bunga Tokan menyampaikan bahwa keterlibatan dan partisipasi semua dalam diskusi, semata-mata untuk kemajuan Lewotana dalam proses penyelenggraan Pemilu/Pemilihan akan datang. Terkait Hasil diskusi, Dia berpesan agar Teman-teman penyelenggara bisa melihat kondisi yang kita hadapi selama Pemilu/Pemilihan di Desa waijarang. 

“Yang kami sampaikan ini bisa disimpulkan, yang baik bisa ditingkatkan tetapi jika ada yang tidak baik bisa dilakukan perbaikan. Harapan kami, kedepan kita bisa saling koordinasi dan semangat yang sama dalam mendukung demokrasi. Kegiatan seperti ini jangan hanya dilakukan pada tahapan Pemilu/Pemilihan berlangsung. Jangan ada Panwas dan PKD baru dilakukan sosialisasi”. Harap Bunga Tokan.

Bunga Tokan dalam rencananya kedepan akan mengundang Bawaslu Lembata untuk melakukan sosialisasi, memberikan edukasi politik terkait jenis pelanggaran baik itu Pemilu maupun Pemilihan. 

“Kami harus berani mengatakan jangan ada money politic. Model money politic itu harus kami ketahui, jangan hanya uang tapi dalam bentuk barang juga harus kami ketahui karena dampaknya juga sangat besar terhadap penyelenggaran pemerintahan”. Tegasnya. 

Penulis dan Foto :  Uran Koban dan Arnold 

Editor : Alwan Arkian