Lompat ke isi utama

Berita

Diseminasi Pemilu Inklusif Di Smansa, Febry Ajak Pegiat Difabel Terus Lakukan Edukasi

Edukasi Pemilu Inklusif

Lewoleba, Humas Bawaslu Lembata_Kamis, 23 Oktober 2025, Bawaslu Lembata bersama Pegiat Difabel melakukan edukasi Pemilu inklusif di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (Smansa) Nubatukan. Dalam kesempatan tersebut Ketua Bawaslu Lembata Thomas Febry Bayo Ala mengajak Para Pegiat Difabel untuk terus melakukan edukasi kepada pemilih baik pemilih pemula maupun masyarakat lainnya dikesempatan dan momentum yang lain. 

Ajakan Febry ini merupakan upaya bersama semua stakeholder dalam mempersiapkan Pemilu serta Pemilihan mendatang lebih baik lagi melalui sosialisasi dan edukasi secara masif ke setiap pemilih.

Edukasi dari Pegiat Difabel

“Terima kasih untuk rekan – rekan Pegiat Difabel Lembata yang sudah meluangkan waktunya untuk melakukan edukasi lagi hari ini dan mari kita terus berkolaborasi, kita tentunya mempunyai tujuan dan harapan yang sama yakni kualitas demokrasi kita semakin membaik. Harapan saya tidak hanya pada ruang ini kita wartakan edukasi kepemiluan, namun di waktu dan kesempatan lain juga kita perlu lakukan”. Ajak Febry.

Kepada Pegiat Difabel, Febry juga meminta agar kedepannya Bawaslu Lembata akan membangun pola kerja sama yang berkesinambungan dan perlu dituangkan dalam nota kesepakatan bersama.                             

Terhadap ajakan dan dorongan Ketua, Pegiat Difabel menyampaikan terima kasih atas kesempatan kedua yang diberikan dalam mengedukasi pemilih pemula. Mereka menyambut baik ajakan ini dan siap untuk selalu terlibat dalam kegiatan Bawaslu Lembata. 

Pemilih Pemula

Selanjutnya dalam edukasi Pemilu inklusif kepada adik – adik pemilih pemula di Smansa, Para Pegiat Difabel mengajak untuk selalu terlibat dalam setiap hajatan demokrasi dan menghargai setiap invidu yang terlibat khususnya bagi sahabat difabel yang juga adalah warga negara yang memiliki hak yang setara. 

“Sebagai orang muda anak bangsa harus ikut bertanggungjawab dalam setiap proses demokrasi, karena Pemilu dan Pemilihan yang dilaksanakan menyita waktu, tenaga, pikiran dan bahkan biaya. Rasakan bagaimana Pemilu dan Pemilihan itu berlangsung dengan ikut menjaga, awasi dan pastikan suara kita menentukan nasib bangsa dan daerah, juga hargai sahabat difabel karena mereka juga punya hak yang sama sebagai warga negara”.

Mereka juga mengajak kaum muda (pemilih pemula) untuk menghargai setiap perbedaan baik suku, agama, ras, golongan dan lainnya karena itulah keanekaragaman yang membentuk satu kesatuan nusantara. Pesan mereka; jadilah orang mudah harus selalu pekah terhadap setiap hajatan demokrasi.

***Salam Inklusi***  

Penulis dan Foto: Alwan Arakian/Tata Nano

Editor: Uran Koban