Edukasi Kedua di Smansa Nubatukan: Kolaborasi Bawaslu dan KPU Lembata
|
Pada pembelajaran kedua di SMANSA ini, Bawaslu Lembata dihadiri Anggota Muhammad Rifai dan Indah P. Dewi bersama Staf. Sementara KPU Lembata oleh Anggota Paulina Y. B Tokan, Petrus Paulus Juang dan Ibrahim Kader serta staf
KPU Lembata dalam penyampaian materinya menguraikan terkait sejarah Pemilu di Indonesia. Sebagai pemilih pemula dan berpotensi menjadi pemilih di periode pemilu mendatang, perlu untuk dibekali terkait pemahaman teknis kepemiluan. Pemilu merupakan wujud nyata dari implementasi demokrasi.
Bawaslu Lembata dalam Project Bawaslu Mengajar ini, melibatkan narasumber internal dan eksternal dalam belajar mengajar kepada pemilih. Keterlibatan beberapa unsur ini sebagai langkah strategis guna mempersiapkan Pemilu/Pemilihan nanti.
Muhammad Rifai menyampaikan bahwa di masa non tahapan, sebagai penyelenggara terus melakukan kolaborasi dan komunikasi antar lembaga untuk meningkatkan literasi demokrasi dan eksistensi kelembagaan.
Senada dengan itu, Indah P. Dewi juga menggambarkan kerja penyelenggara di masa non tahapan yakni diantaranya mengedukasi pemilih, persiapan data pemilih, pendalaman regulasi serta kegiatan lainnya.
Sementara itu, KPU Lembata dalam penyampaian materinya menggambarkan terkait sejarah kepemiluan di Indonesia yang mencakup proses pemimpin yang terpilih serta hambatan dan tantangan dalam pelaksanaannya.
Selain itu, mereka (KPU Lembata) juga mengajak adik-adik peserta didik untuk peka terhadap proses demokrasi. Wajib memastikan apakah sudah terdaftar sebagai pemilih, apakah sudah mengantongi administrasi kependudukan serta harapan jadilah pemilih yang cerdas.
Penulis dan Foto : Alwan Arakian & Tata Nano
Editor : Uran Koban