Membangun Generasi Yang Kritis dan Berintegritas, Bawaslu Lembata Edukasi Politik Uang Di Smansa
|
Edukasi ke – 4 kepada pemilih pemula dalam Project Bawaslu Mengajar ini penting karena merupakan upaya krusial untuk menjaga integritas demokrasi, mencegah korupsi, dan memastikan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Praktik politik uang merusak kemurnian suara rakyat dan mengancam keberlanjutan sistem demokrasi yang sehat juga dapat menurunkan kualitas partisipasi masyarakat.
Ketua Bawaslu Lembata, Thomas Febry Bayo Ala kepada peserta didik menyampaikan bahwa sebagai pemilih pemula orang muda wajib memahami politik uang (money politic) karena kelompok ini rentan menjadi sasaran dan praktik yang membahayakan integritas demokrasi.
“Politik uang menodai prinsip-prinsip pemilu yang jujur dan adil, di mana pilihan didasarkan pada imbalan materi, bukan pada program, visi, atau kualitas kandidat. Ole karena itu edukasi terus dilakukan secara masif kepada masyarakat untuk memahami nilai penting dari suara mereka yang murni”. Kata Febry.
Menurut Febry, perubahan sikap dan perilaku masyarakat untuk secara aktif menolak dan mencegah praktik politik uang, maka harapan pemilu yang bersih, adil dan demokratis dapat terwujud.
Sementara Indah Dewi menyampaikan bahwa kebiasaan politik uang atau yang sering disebut money politic adalah praktik ilegal dan tidak etis yang sangat merugikan demokrasi. Menurutnya praktik ini merusak integritas proses Pemilu/Pemilihan dan menyebabkan terpilihnya pemimpin yang tidak didasarkan pada kompetensi atau visi, melainkan pada kemampuan finansial.
“Adik-adikku semua; Menolak politik uang merupakan Tanggung jawab bersama yang memerlukan upaya kolektif dari berbagai pihak termasuk pemerintah, lembaga penegak hukum, partai politik, media massa dan yang terpenting masyarakat itu sendiri”. Tutur Indah.
Terkait edukasi money politic ini, peserta didik (pemilih pemula) di Smansa Nubatukan sangat antusias dan siap untuk mengawal perhelatan demokrasi di masa mendatang dengan tekad menolak politik uang sebagai upaya menciptakan Pemilu/Pemilihan yang bersih, bermartabat dan demokratis.
**Salam Awas**
Penulis dan Foto: Alwan Arakian / Tata Nano
Editor: Uran Koban