Persiapkan Pemilih Berkualitas, Bawaslu Lembata Libatkan KPU Dalam Project Bawaslu Mengajar
|
Kegiatan edukasi dikemas dalam Project Bawaslu Mengajar. Bawaslu Lembata gencar melakukan edukasi dan deseminasi informasi khususnya kepada pemilih pemula yang sedang menempuh pendidikan di bangku menengah atas yang tentunya telah memasuki usia pemilih atau berpotensi menjadi pemilih pada Pemilu/Pemilihan periode yang akan datang.
Bawaslu Lembata pada fase non tahapan Pemilu/Pemilihan ini secara massif berkoordinasi dan membangun kerja sama dengan pihak sekolah menengah atas untuk melakukan edukasi kepada pemilih pemula.
Proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di SMA Negeri 2 Nubatukan kali ini merupakan pertemuan pembelajaran kedua. Pada pertemuan pertama bulan lalu menghadirkan narasumber internal Bawaslu Kabupaten Lembata yang mengusung materi tentang pengenalan kelembagaan penyelenggara pemilu serta tugas dan fungsinya.
Muhammad Rifai selaku Anggota Bawaslu Lembata bersama staf dalam kesempatan mendampingi Tim KPU Lembata menyampaikan terima kasih kepada KPU Lembata atas kesediannya untuk berkolaborasi dalam project ini.
"Mewakili Lembaga Bawaslu Lembata, kami sampaikan terima kasih atas kesedian dan kehadiran KPU Lembata dalam kegiatan edukasi ini. Tentunya kita sebagai penyelenggara baik pengawas maupun teknis tentunya memiliki kewajiban guna mempersiapkan Pemilu/Pemilihan kita kedepan semakin baik dan semakin berintegritas". Tandas Rifai.
Sementara Tim KPU Lembata hadir lengkap Ketua Hermanus Haron Tadon dan Anggota Idris Beda, Ibrahim Kader, Paulina Y. B Tokan dan Petrus Paulus Juang beserta jajaran staf.
Senada dengan Rifai, Hermanus Tadon juga mengomentari terkait pelibatan KPU Lembata dalam kegiatan edukasi ini.
"Terima kasih juga kami sampaikan kepada Pimpinan beserta Jajaran Bawaslu Lembata yang telah menginisiasi kegiatan ini. Mari kita sama-sama sukseskan Pemilu/Pemilihan mendatang. Walaupun waktu yang disediakan dalam proses edukasi ini terbatas namun sangat bermanfaat untuk diketahui adik-adik pemilih dan calon pemilih pemula sebagai informasi awal dengan harapan adik-adik mereka juga bisa secara mendiri untuk belajar, dan jika berkesempatan bisa datang ke KPU atau Bawaslu Lembata untuk berdiskusi". Ajak Herman Tadon.
Sebagai informasi Project Bawaslu Mengajar ini berlangsung selama 6 bulan dengan 6 kali pertemuan bersama peserta didik (pemilih pemula) yang tentunya melibatkan narasumber internal Bawaslu Lembata maupun pihak eksternal(pegiat pemilu) yang konsen dan fokus terhadap wacana literasi pertumbuhan demokrasi.
KPU Lembata dalam pemaparan materi kali ini menyampaikan tentang sejarah perjalanan dan perkembangan kepemiluan di Indonesia.
Penulis & Foto : Alwan Arakian & Tata Nano
Editor : Uran Koban