Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu dan KPU Lembata Konsolidasi dan Visitasi Ke Sekretariat Partai Gerindra Lembata

Visitasi dan Konsolidasi

Bawaslu dan KPU Lembata Gelar Diskusi bersama Pengurus Partai Gerindra Kabupaten Lembata terkait Kepemiluan yang berlangsung di Sekretariat DPC Gerindra. 

Lewoleba, Humas Bawaslu Lembata_Badan Pengawas Pemilihan Umum dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lembata melakukan konsolidasi demokrasi dan visitasi ke Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada Jumad, 8 Mei 2026.

Tim konsolidasi dan visitasi diterima langsung Ketua Yohanes Vianey K. Burin bersama jajaran pengurus DPC dan PAC Partai Gerindra Kabupaten Lembata. Bawaslu Lembata yang hadir Ketua Thomas Febry Bayo Ala dan Anggota Indah Purnama Dewi serta Staf. Dari KPU Lembata oleh Ketua Hermanus Haron Tadon dan Anggota Ibrahim Kader dan P. Paulus Juang juga Staf.

Mengawali dengan sapaan selamat datang, Ketua Vian Burin mengucapkan terima kasih atas kehadiran KPU dan Bawaslu Lembata dalam kegiatan visitasi dan konsolidasi demokrasi. Katanya dengan kehadiran kedua lembaga penyelenggara Pemilu ini dapat membagi informasi terkini terkait kepemiluan baik saat ini maupun pada tahapan nanti. 

Bertempat di Ruang Pertemuan Sekretariat Gerindra, selaku pemandu rapat, Acan Raring mempersilahkan Ketua KPU Lembata untuk menyampaikan maksud dan tujuan kehadirannya. Dalam kesempatan tersebut Herman Tadon menyampaikan tugas KPU Lembata yakni melayani publik dan melayani peserta Pemilu, termasuk partai politik sebagai mitra demokrasi. Kata Herman, partai politik merupakan salah satu pilar utama demokrasi artinya demokrasi tidak dapat berjalan dengan baik tanpa keberadaan partai politik. Karena itu, keberadaan dan kesiapan partai politik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan penyelenggaraan Pemilu.

“Sekretariat partai politik memiliki berbagai penyebutan, ada yang menyebutnya sekretariat, rumah perjuangan, markas, dan sebutan lainnya. Namun pada prinsipnya, semuanya merupakan pusat aktivitas dan konsolidasi partai politik. Sesuai dengan surat yang telah kami sampaikan beberapa hari lalu, kami dari penyelenggara Pemilu melakukan visitasi atau kunjungan ke partai politik. Hingga saat ini kami telah melakukan beberapa kunjungan sebagai bagian dari koordinasi dan penguatan hubungan kelembagaan dengan partai politik sebagai peserta pemilu.” Jelas Herman.

Lanjut Herman terkait kunjungan ini untuk memastikan keberadaan kepengurusan partai, sekretariat partai, serta kesiapan lainnya dalam menghadapi tahapan Pemilu mendatang. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, tahapan Pemilu dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara. Katanya waktu tersebut terasa singkat, sehingga kesiapan sejak dini menjadi sangat penting. Herman juga berharap koordinasi, kerja sama, dan kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan partai politik dapat terus terjalin dengan baik, penyelenggara Pemilu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang setara dan profesional kepada seluruh partai politik tanpa membedakan satu dengan yang lainnya.

Konsolidasi Demokrasi

Sedangkan Ketua Bawaslu Lembata, Febry menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi ruang evaluasi dan refleksi bersama. Melalui momentum ini kata Febry, baik KPU maupun Bawaslu siap menerima kritik, masukan dan saran terhadap penyelenggara Pemilu. Febry menyadari bahwa dalam pelaksanaan tugas tentu masih terdapat kekurangan, kekeliruan, maupun misinformasi, karena itu kritik, saran dan masukan dari partai politik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan menuju penyelenggaraan Pemilu yang lebih baik di masa mendatang.

“Forum seperti ini juga menjadi ruang diskusi terhadap isu-isu strategis kepemiluan. Saat ini Undang-Undang Pemilu sudah masuk dalam pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Berbagai usulan perubahan regulasi mulai dibahas dan didiskusikan. Beberapa hasil evaluasi, baik dari penyelenggara Pemilu maupun masukan partai politik, juga telah kami sampaikan secara berjenjang agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan regulasi yang lebih progresif dan adaptif,” Tandas Febry,

Ia juga menginformasikan kerja Bawaslu Lembata pada masa non tahapan, katanya KPU dan Bawaslu tetap aktif melaksanakan berbagai program kerja, KPU menjalankan fungsi pelayanan kepada partai politik, maka Bawaslu menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan tersebut agar tetap sesuai prinsip keadilan, kesetaraan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, Bawaslu Lembata juga terus melakukan pendidikan pemilih dan sosialisasi demokrasi. Salah satunya melalui program “Bawaslu Mengajar” di sekolah-sekolah. Program ini tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi sudah masuk dalam kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler terkait pendidikan demokrasi. Program tersebut telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir dan akan terus diperluas melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah lainnya.

Sementara Anggota Bawaslu Lembata Indah Purnama Dewi menyampaikan apresiasi kepada partai politik yang terus membuka ruang partisipasi bagi perempuan dalam proses politik dan demokrasi. Kata indah Dewi, kehadiran perempuan di partai politik bukan hanya sekadar untuk memenuhi kuota 30 persen sebagaimana amanat regulasi, tetapi lebih dari itu, perempuan harus benar-benar diberikan ruang untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, pendidikan politik, hingga proses kaderisasi kepemimpinan.

“Perempuan memiliki perspektif, pengalaman, dan sensitivitas sosial yang sangat penting dalam membangun kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Karena itu, demokrasi yang sehat tidak cukup hanya menghadirkan perempuan secara administratif, tetapi juga memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk bertumbuh, bersuara, dan memimpin. Kami di Bawaslu memandang bahwa penguatan peran perempuan di partai politik merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. Semakin banyak perempuan yang aktif dan berdaya dalam politik, maka semakin besar pula peluang lahirnya kebijakan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” Tutur Indah.

Indah juga berharap partai politik terus mendorong lahirnya kader-kader perempuan yang tidak hanya hadir saat momentum Pemilu, tetapi juga aktif dalam proses pendidikan politik, pengawasan partisipatif, dan penguatan demokrasi di tengah masyarakat, karena perempuan bukan hanya pelengkap demokrasi, melainkan penggerak penting dalam menjaga demokrasi itu sendiri.

Konsolidasi Demokrasi

Terkait informasi dan masukan serta dorongan yang disampaikan baik Bawaslu maupun KPU Lembata, Ketua Gerindra sekali lagi menyampaikan terima. Ketua juga menggambarkan SK kepengurusan Partai Gerindra saat ini dan siap mengupdate terus kepengurusannya.

“Kami siap mendukung penuh penyelenggara Pemilu dalam mempersiapkan data pemilih, pemutakhiran data parpol, memberikan pendidikan politik kepada pemilih, perkuat kapasitas kader-kader Gerindra dan kegiatan lainnya. Kami saat ini Juga sedang mengawal program strategis nasional yang semuanya itu untuk kesejahteraan masyarakat kita,” Urai Vian Burin.

Menutup kegiatan ini, Vian Burin juga mengapresiasi kerja penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Bawaslu Lembata. Katanya pelayanan yang diberikan sudah maksimal dengan terus mengingatkan peserta Pemilu untuk segera melaksanakan kewajibannya sesuai dengan timeline yang diatur dalam regulasi Pemilu/Pemilihan.

*Salam_Awas*

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis dan Foto: Alwan Arakian / Lovata Lamawuran

Editor: Humas Bawaslu Lembata