Bawaslu Dorong Kampanye Ramah Lingkungan dan Penguatan Partisipasi Perempuan Dalam Politik
|
Lewoleba, Humas Bawaslu Lembata_Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lembata menggelar diskusi bersama komunitas dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024, dengan fokus pada isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah kampanye. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Harnus Wulenluon Lewoleba, 5 Mei 2026.
Selaku Ketua Tim Konsolidasi, Indah Purnama Dewi menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan konsolidasi demokrasi menggali isu krusial, tantangan dan dinamika dalam pelaksanaan Pemilu/Pilkada, menghimpun masukan dan evaluasi dari masyarakat sipil, komunitas masyarakat, stakeholder terkait dan mitra strategis untuk dijadikan dasar bagi Bawaslu dalam perumusan kebijakan pengawasan, strategi pencegahan dan penindakan, serta penguatan tata kelola pemilu yang bertujuan memperkokoh demokrasi substansial.
Terkait konsolidasi yang dilakukan bersama Komunitas Bonsai, Pegiat Lingkungan dan Perempuan Perwakilan Partai Politik ini, Indah Dewi mendorong terciptanya kampanye yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, mengidentifikasi permasalahan pengelolaan sampah dalam tahapan Pemilu, baik sampah fisik maupun visual, mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan selama proses demokrasi.
Selain itu menggali peran dan tantangan perempuan dalam partai politik serta mendorong peningkatan partisipasi Perempuan, memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dengan komunitas masyarakat guna menyusun rekomendasi sebagai bahan perbaikan regulasi dan pelaksanaan Pemilu ke depan.
“Pentingnya kampanye ramah lingkungan serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan selama tahapan Pemilu nantinya. Melalui diskusi ini, kami ingin menggali berbagai persoalan terkait pengelolaan sampah, baik sampah fisik maupun visual, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk menciptakan Pemilu yang ramah lingkungan,” ujar Indah Dewi.
Dari Pegiat Lingkungan, Maria Theresia Willybrorda Liwu (Wilda) menyampaikan bahwa sampah rumah tangga dan sampah pasca kampanye masih menjadi persoalan utama. Ia menekankan bahwa rendahnya kesadaran individu menjadi tantangan terbesar, meskipun fasilitas pengelolaan sampah telah tersedia.
“Komunitas kami kerap terlibat dalam kegiatan pembersihan sampah pasca kampanye. Namun, isu lingkungan dalam politik masih bersifat seremonial dan belum berkelanjutan,” ungkap Wilda.
Sementara itu dari Komunitas Bonsai Lembata (KBL), Eman Sinuor, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah Pemilu merupakan tanggung jawab bersama antara penyelenggara, peserta Pemilu dan masyarakat.
“Peserta Pemilu perlu menyiapkan tim khusus untuk menangani sampah pasca kampanye. Di sisi lain, pemerintah memiliki peran penting dalam pengangkutan dan pengelolaan akhir sampah karena komunitas masih memiliki keterbatasan sumber daya dalam mendukung penertiban di lapangan.
Diskusi juga mengangkat berbagai isu krusial, di antaranya masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, tingginya volume sampah kampanye, serta belum optimalnya sistem pengelolaan sampah selama tahapan Pemilu. Selain itu, penggunaan alat peraga kampanye yang berpotensi menimbulkan sampah visual juga menjadi perhatian.
Sebagai tindak lanjut, peserta diskusi mendorong sejumlah rekomendasi antara lain pembatasan penggunaan bahan kampanye yang sulit terurai, penguatan kampanye berbasis digital untuk mengurangi sampah visual seperti stiker dan baliho, pelibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif. penyediaan tim kebersihan dalam setiap kegiatan kampanye, larangan tegas pemasangan alat peraga di pohon dan kolaborasi antara Bawaslu, komunitas dan peserta Pemilu dalam edukasi lingkungan.
Terkait peran Perempuan dalam dalam demokrasi, Indah Dewi kembali menekankan pentingnya mendorong keterlibatan perempuan secara aktif dan bermakna dalam setiap tahapan demokrasi.
Katanya, partisipasi perempuan tidak hanya soal angka, tetapi juga tentang keterlibatan substantif dalam pengambilan keputusan dan pengawasan Pemilu.
Untuk peran Perempuan dalam partai politik, Yuliana Atu yang sedang berkecimpung dalam partai politik, mengungkapkan bahwa dominasi laki-laki dalam struktur partai masih sangat kuat dan menjadi tantangan utama bagi perempuan untuk berpartisipasi secara optimal.
“Kuota 30 persen keterwakilan perempuan belum berjalan maksimal dan cenderung formalitas. Perempuan masih menghadapi keterbatasan ruang, minim dukungan struktural, serta belum adanya penguatan kapasitas yang berkelanjutan. Pilihan politik perempuan masih kerap dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, masih kuatnya budaya patriarki, terbatasnya akses perempuan dalam proses pengambilan keputusan, belum optimalnya kaderisasi perempuan dalam partai politik serta praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas partisipasi pemilih,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut terkait peran Perempuan ini, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi yakni mendorong Perempuan untuk lebih berani terlibat dalam politik, peningkatan kapasitas dan kepercayaan diri perempuan melalui pendidikan politik berkelanjutan, penguatan kaderisasi perempuan di partai politik, penyediaan dukungan struktural dan kebijakan yang berpihak pada peningkatan peran Perempuan, kolaborasi antara Bawaslu dan partai politik dalam edukasi pemilih, khususnya perempuan dan pemilih pemula, juga peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu secara inklusif.
Menutup kegiatan, Indah Dewi menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh pesertan diskusi. Menurutnya, terhadap masukan yang dihimpun akan menjadi bahan evaluasi serta rekomendasi kebijakan guna mendorong penyelenggaraan Pemilu yang tidak hanya demokratis, tetapi juga berwawasan lingkungan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan kampanye yang bersih, tertib, dan berkelanjutan selain itu Bawaslu juga terus mendorong terciptanya ruang politik yang inklusif, adil, dan setara bagi perempuan dalam setiap proses demokrasi.
Staf Bawaslu Kabupaten Lembata yang turut mendampingi yakni Agustinus Boli, Herdalena Wiranti, Liberius S. Asan Lamawuran dan Kayetanus Boli.
*Salam_Awas*
Penulis dan Foto: P3S Bawaslu Lembata
Editor: Humas Bawaslu Lembata