Lompat ke isi utama

Berita

Sinergi Bersama Bawaslu Lembata dan Yayasan Plan Indonesia Untuk Perkuat Demokrasi Inklusif

Konsolidasi Demokrasi

Ketua Bawaslu Lembata Diskusi Bersama Pimpinan Plan Internasional Indonesia Program Implementasi Area Lembata

Lewoleba, Humas Bawaslu Lembata_Bawaslu Kabupaten Lembata pada Kamis 21 Mei 2026, dalam rangka memperkuat kualitas demokrasi di Kabupaten Lembata, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dengan menyambangi kantor Yayasan Plan Internasional Indonesia Program Implementasi Area Lembata. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu selaku Koordinator Divisi SDM, Diklat dan Datin, Koordinator Sekretariat serta staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lembata. Kegiatan  ini merupakan langkah strategis Bawaslu sebagai upaya membangun sinergitas, kemitraan dan kolaborasi antar lembaga dalam memastikan dan merawat kualitas demokrasi di wilayah Kabupaten Lembata.

Febry menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan tim Bawaslu adalah dalam rangka tugas Konsolidasi Demokrasi guna memperkuat penyelenggaraan pemilu di luar tahapan. “Beberapa agenda kerja Bawaslu di masa non tahapan ini antara lain pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pengawasan pemutakhiran data partai politik berkelanjutan, program penguatan internal kelembagaan sebagai bagian dari persiapan pemilu mendatang, pengembangan ekosistem pengawasan partisipatif, membangun advokasi berkelanjutan dan memperluas jejaring serta optimalisasi kehumasan”, ungkap Febry. Lebih lanjut, Febry menjabarkan aktivitas-aktivitas Bawaslu untuk mendukung agenda kerja non tahapan tersebut. 

Konsolidasi Demokrasi

Pada kesempatan tersebut, Kornelis Sabon Ola selaku OIC PIA ManagerPlan Indonesia, didampingi oleh Fransiskus Ola Ama dan Yohanes Pedo Manuk sebagai Program Coordinator Yayasan Plan Internasional Indonesia menyampaikan apresiasi dan terimaksih atas momentum ini. Om Kornel, demikian sapaan akrabnya, juga menggambarkan garis besar program Yayasan Plan Lembata yang fokus terhadap 4 (empat) area implementasi yaitu, area pertama adalah Generasi yang Aman dan Tangguh meliputi program aktvitas pengakhiran kekerasan terhadap anak dan perempuan, kampanye bullying di sekolah, perlindungan hak anak, perkuat kelompok perlindungan anak. Area kedua yaitu Generasi Berdaya yang mencakup aktivitas kampanye HIV AIDS, pemberdayaan kaum muda sesuai potensi yang mereka miliki. Area ketiga yakni Generasi Sehat, kelas remaja MAPAN (remaja pilih masa depan). Sedangkan area keempat adalah Generasi Berpendidikan yang mana aktivitasnya adalah peningkatan kemampuan literasi and numerasi.

Dalam diskusi, kedua lembaga sepakat untuk fokus dan mendorong beberapa isu vital terkait perlindungan untuk kesetaraan menjaga hak pilih kelompok rentan, pencegahan dan penanganan diskriminasi dan kekerasan berbasis gender, pengawasan pemenuhan hak anak (upaya pencegahan terhadap eksploitasi anak dalam tahapan pemilu dan pemilihan) , pengawasan dan pemenuhan hak perempuan dan lansia, pengawasan pemenuhan hak penyandang disabilitas, sebagai bentuk pengawasan penyelenggaraan pemilu inklusif. Selain itu, guna memperkuat edukasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat, khususnya kaum muda maka perlu peningkatan kemampuan literasi digital yang sehat. 

Melalui Konsolidasi Demokrasi ini diharapkan terwujud kerja sama yang konkret dan berkelanjutan melalui intervensi program kegiatan yang akan diimplementasikan kedepannya. 

*Salam_Awas*

 

Penulis dan Foto: SDMO Diklat & Datin Bawaslu Lembata

Editor: Humas  Bawaslu Lembata