Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lembata Gelar Rapat Finalisasi Film Pendek Simulasi Penanganan Pelanggaran Pemilu Part 2

Rapat Finalisasi Simulasi Film Pendek Bawaslu Lembata

Rapat Finalisasi Simulasi Film Pendek Part 2 Bawaslu Kabupaten Lembata Lembata 

Lewoleba, Humas Bawaslu Lembata_Bawaslu Kabupaten Lembata menggelar rapat finalisasi film pendek simulasi penanganan pelanggaran Pemilu Part 2 sebagai upaya memperkuat edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap mekanisme penanganan pelanggaran Pemilu, Kamis (04/06/2026).

Kegiatan yang melibatkan jajaran Bawaslu Kabupaten Lembata ini bertujuan untuk menyempurnakan isi, alur cerita, serta kesesuaian materi film dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Dalam rapat tersebut, Plh. Ketua yang juga Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Indah Purnama Dewi dan Kordiv HP2H, Muhammad Rifai serta semua staf yang hadir melakukan peninjauan menyeluruh terhadap setiap tahapan simulasi yang ditampilkan agar mampu menggambarkan proses penanganan pelanggaran Pemilu secara jelas, akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Selaku Pimpinan Rapat, Indah Dewi menyampaikan bahwa film pendek ini merupakan salah satu media edukasi yang efektif untuk memperkenalkan tugas dan kewenangan Bawaslu dalam menangani dugaan pelanggaran Pemilu. Selain itu, film tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu.

Rapat Internal Bawaslu Lembata

“Melalui rapat finalisasi ini, berbagai masukan dan penyempurnaan teknis turut dibahas, mulai dari aspek substansi, dialog, alur penanganan perkara, hingga penyampaian pesan-pesan pengawasan partisipatif. Dengan demikian, film yang dihasilkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai proses penerimaan laporan atau temuan, kajian awal, penanganan pelanggaran, hingga penyelesaian sesuai dengan kewenangan Bawaslu Kabupaten/Kota.

Sementara Muhammad Rifai berharap film pendek simulasi penanganan pelanggaran Pemilu Part 2 dapat menjadi sarana sosialisasi yang efektif dan menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Katanya, dengan simulasi edukatif ini diharapkan mampu mendorong partisipasi publik dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu serta mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil dan berintegritas.

“Film pendek yang kita hasilkan ini merupakan komitmen kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan pengawasan Pemilu dan memperkuat peran masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga demokrasi,” Ujar Rifai.

Dengan dirampungkan film pendek simulasi penanganan pelanggaran Pemilu Part 2, Bawaslu Kabupaten Lembata akan mempublikasikan pada media sosial sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. 

*Salam_Awas*

Penulis & Foto: Lovat@ Lamawuran / P3S Bawaslu Lembata

Editor: Humas Bawaslu Lembata